Bab Wajibnya Puasa Ramadan
Shahih
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ، أَنَّ عِرَاكَ بْنَ مَالِكٍ، حَدَّثَهُ أَنَّ عُرْوَةَ أَخْبَرَهُ عَنْ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ أَنَّ قُرَيْشًا، كَانَتْ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ، ثُمَّ أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بِصِيَامِهِ حَتَّى فُرِضَ رَمَضَانُ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " مَنْ شَاءَ فَلْيَصُمْهُ، وَمَنْ شَاءَ أَفْطَرَ ".
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id, telah menceritakan kepada kami Al-Lait, dari Yazid bin Abi Habib, bahwa Iraak bin Malik menceritakan kepadanya bahwa Urwah memberitahukan kepadanya dari Aisyah -semoga Allah meridhainya- bahwa Quraisy biasa berpuasa pada hari 'Ashura' di masa Jahiliyah, kemudian Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk berpuasa pada hari itu hingga diwajibkannya puasa Ramadan; kemudian Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang ingin berpuasa, silakan berpuasa, dan barangsiapa yang ingin berbuka, silakan berbuka."