Bab Haji Tamattu', Qiran, dan Ifrad serta Pembatalan Haji bagi yang Tidak Membawa Hadi
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنِ الْحَكَمِ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنٍ، عَنْ مَرْوَانَ بْنِ الْحَكَمِ، قَالَ شَهِدْتُ عُثْمَانَ وَعَلِيًّا ـ رضى الله عنهما ـ وَعُثْمَانُ يَنْهَى عَنِ الْمُتْعَةِ وَأَنْ يُجْمَعَ بَيْنَهُمَا. فَلَمَّا رَأَى عَلِيٌّ، أَهَلَّ بِهِمَا لَبَّيْكَ بِعُمْرَةٍ وَحَجَّةٍ قَالَ مَا كُنْتُ لأَدَعَ سُنَّةَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم لِقَوْلِ أَحَدٍ.
Dari Marwan bin Al-Hakam, dia berkata: "Saya melihat Utsman dan Ali. Utsman melarang orang-orang untuk melakukan Haji Tamattu' dan Haji Qiran (Haji dan Umrah bersama), dan ketika Ali melihat (perbuatan Utsman), dia berniat Ihram untuk Haji dan Umrah bersama sambil berkata, 'Labbaik untuk Umrah dan Haji,' dan berkata, 'Saya tidak akan meninggalkan tradisi Nabi (ﷺ) hanya karena ucapan seseorang.'"
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
