Bab Keutamaan Orang yang Terbangun di Malam Hari dan Shalat
Shahih
haddatsana abu annumani, haddatsana hammadu ibnu zaydin, an ayyuba, an nafiin, ani abni umara, rdh allah nhm qala raaytu ala ahdi annabiyyi kaanna biyadi qithaha istabraqin, fakaanni la uridu makanan mina aljannahi ila tharat ilayhi, waraaytu kaanna atsnayni atayani arada an yadzhaba bi ila annari fatalaqqahuma malakun faqala lam tura khalliya anhu. faqasshat hafshahu ala annabiyyi ihda ruyaa faqala annabiyyu " nima arrajulu abdu allahi law kana yushalli mina allayli ". fakana abdu allahi rdh allah nh yushalli mina allayli. wakanu la yazaluna yaqusshuna ala annabiyyi arruya annaha fi allaylahi assabiahi mina alasyri alawakhiri, faqala annabiyyu " ara ruyakum qad tawathat fi alasyri alawakhiri, faman kana mutaharriyha falyataharraha mina alasyri alawakhiri ".
Ibnu Umar berkata, "Pada masa Nabi ﷺ saya bermimpi bahwa sepotong kain sutra ada di tangan saya dan terbang ke bagian mana pun dari surga yang saya inginkan. Saya juga melihat seolah-olah dua orang (yaitu malaikat) datang kepada saya dan ingin membawa saya ke neraka. Kemudian seorang malaikat menemui kami dan memberitahu saya untuk tidak takut. Dia kemudian memberitahu mereka untuk meninggalkan saya. Hafsa menceritakan salah satu mimpi saya kepada Nabi ﷺ dan Nabi ﷺ berkata, 'Abdullah adalah orang yang baik. Seandainya dia melakukan shalat malam (Tahajjud)!' Setelah hari itu, Abdullah (bin Umar) mulai melakukan Tahajjud. Para sahabat Nabi ﷺ biasa memberitahukan kepada beliau mimpi mereka bahwa (Lailatul Qadar) ada pada malam ke-27 bulan Ramadan. Nabi ﷺ berkata, 'Saya melihat bahwa mimpi kalian sepakat pada sepuluh malam terakhir Ramadan, dan siapa pun yang mencarinya harus mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan."