Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah ﷺ biasa melaksanakan shalat Ashar ketika matahari tinggi dan cerah, kemudian seseorang pergi ke al-'Awali dan sampai di sana sementara matahari masih tinggi.
Bab Tentang Waktu Shalat Ashar
Dia (perawi) berkata: Saya pikir dia berkata: atau empat mil.
Dengan kehidupan matahari dimaksudkan bahwa kamu dapat menemukan panas di dalamnya.
'Aisyah berkata: Rasulullah ﷺ biasa melaksanakan shalat Ashar sementara sinar matahari masih ada di kamarnya sebelum matahari terbenam (dinding).
Mereka (orang-orang kafir) telah menghalangi kami dari melaksanakan shalat yang tengah, yaitu shalat Ashar. Semoga Allah memenuhi rumah-rumah dan kuburan mereka dengan api neraka.
Zaid bin Thabit berkata: Rasulullah ﷺ biasa melaksanakan shalat Dhuhur di tengah terik matahari; dan tidak ada shalat yang lebih berat bagi para sahabat Rasulullah ﷺ daripada shalat ini. Maka turunlah wahyu: "Hafizhū 'al
Jika seseorang mendapatkan satu raka'at dari shalat Ashar sebelum matahari terbenam, maka ia telah melaksanakan (shalat Ashar), dan jika seseorang melaksanakan satu raka'at dari shalat Fajr sebelum matahari terbit, maka
'Ala b. 'Abd al-Rahman said: We came upon Anas b. Malik after the Zuhr prayer. He stood for saying the 'Asr prayer. When he became free from praying, we mentioned to him about observing prayer in its early period or he h
Ibn 'Umar melaporkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: Siapa yang kehilangan shalat Ashar, maka seolah-olah keluarganya telah binasa dan hartanya telah dirampas.
Abu Yunus, mantan budak 'Aisyah berkata: 'Aisyah memerintahkanku untuk menuliskan suatu ayat dari Al-Qur'an untuknya. Ia juga menambahkan: Ketika kamu sampai pada ayat berikut, beritahukanlah aku: "Hafizhū 'alā ṣ-ṣalawāt