Bab Dua Orang yang Menjadi Imam, Bagaimana Mereka Berdiri
Shahih oleh Al-Albani
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ بِتُّ فِي بَيْتِ خَالَتِي مَيْمُونَةَ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ مِنَ اللَّيْلِ فَأَطْلَقَ الْقِرْبَةَ فَتَوَضَّأَ ثُمَّ أَوْكَأَ الْقِرْبَةَ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ فَقُمْتُ فَتَوَضَّأْتُ كَمَا تَوَضَّأَ ثُمَّ جِئْتُ فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ فَأَخَذَنِي بِيَمِينِهِ فَأَدَارَنِي مِنْ وَرَائِهِ فَأَقَامَنِي عَنْ يَمِينِهِ فَصَلَّيْتُ مَعَهُ .
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Abbas berkata: 'Ketika aku menginap di rumah bibiku Maimunah, Rasulullah ﷺ bangun di malam hari, membuka mulut kantong air, lalu berwudhu. Kemudian beliau menutup mulut kantong air dan berdiri untuk shalat. Lalu aku bangun dan berwudhu seperti yang beliau lakukan; kemudian aku datang dan berdiri di sebelah kirinya. Beliau mengambil tanganku, memutar aku di belakang punggungnya dan menempatkanku di sebelah kanannya; dan aku shalat bersamanya.'