Bab Tentang Pentingnya Menjaga Shalat Berjamaah
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ أَبِي جَنَابٍ، عَنْ مَغْرَاءٍ الْعَبْدِيِّ، عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " مَنْ سَمِعَ الْمُنَادِيَ فَلَمْ يَمْنَعْهُ مِنَ اتِّبَاعِهِ عُذْرٌ " . قَالُوا وَمَا الْعُذْرُ قَالَ خَوْفٌ أَوْ مَرَضٌ " لَمْ تُقْبَلْ مِنْهُ الصَّلاَةُ الَّتِي صَلَّى " . قَالَ أَبُو دَاوُدَ رَوَى عَنْ مَغْرَاءٍ أَبُو إِسْحَاقَ .
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Abu Janab, dari Maghrah Al-Abdi, dari Adi bin Thabit, dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa mendengar muadzin dan tidak ada udzur yang menghalanginya untuk mengikuti (shalat berjamaah)," mereka bertanya: "Apa udzur itu?" Ia menjawab: "Takut atau sakit." Maka shalat yang ia lakukan tidak diterima dari dirinya.