Bab Tentang Kebencian Meludahi di Masjid
Shahih oleh Al-Albani
حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ، عَنْ أَبِي الأَحْوَصِ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ رِبْعِيٍّ، عَنْ طَارِقِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْمُحَارِبِيِّ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " إِذَا قَامَ الرَّجُلُ إِلَى الصَّلاَةِ - أَوْ إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلاَ يَبْزُقْ أَمَامَهُ وَلاَ عَنْ يَمِينِهِ وَلَكِنْ عَنْ تِلْقَاءِ يَسَارِهِ إِنْ كَانَ فَارِغًا أَوْ تَحْتَ قَدَمِهِ الْيُسْرَى ثُمَّ لْيَقُلْ بِهِ " .
Dari Tariq bin Abdul Allah Al-Muharibi, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: "Jika seorang lelaki berdiri untuk shalat - atau jika salah satu dari kalian shalat, maka janganlah meludahi di hadapannya, dan jangan pula di sebelah kanannya; tetapi hendaklah ia meludahi di sebelah kirinya, jika ada tempat untuk itu; atau ia boleh meludahi di bawah kaki kirinya dan kemudian mengusapnya."