Bab Diyat Janin
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ التَّمَّارُ، أَنَّ عَمْرَو بْنَ طَلْحَةَ، حَدَّثَهُمْ قَالَ حَدَّثَنَا أَسْبَاطٌ، عَنْ سِمَاكٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، فِي قِصَّةِ حَمَلِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ فَأَسْقَطَتْ غُلاَمًا قَدْ نَبَتَ شَعْرُهُ مَيِّتًا وَمَاتَتِ الْمَرْأَةُ فَقَضَى عَلَى الْعَاقِلَةِ الدِّيَةَ . فَقَالَ عَمُّهَا إِنَّهَا قَدْ أَسْقَطَتْ يَا نَبِيَّ اللَّهِ غُلاَمًا قَدْ نَبَتَ شَعْرُهُ . فَقَالَ أَبُو الْقَاتِلَةِ إِنَّهُ كَاذِبٌ إِنَّهُ وَاللَّهِ مَا اسْتَهَلَّ وَلاَ شَرِبَ وَلاَ أَكَلَ فَمِثْلُهُ يُطَلُّ . فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " أَسَجْعَ الْجَاهِلِيَّةِ وَكَهَانَتَهَا أَدِّ فِي الصَّبِيِّ غُرَّةً " . قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ كَانَ اسْمُ إِحْدَاهُمَا مُلَيْكَةَ وَالأُخْرَى أُمَّ غُطَيْفٍ .
Dari Abdullah bin Abbas: Tentang kisah Haml bin Malik, Ibnu Abbas berkata: Dia menggugurkan anak yang telah tumbuh rambut dan sudah mati, dan wanita itu juga mati. Dia (Nabi) memutuskan bahwa diyat harus dibayar oleh kerabat wanita dari pihak ayah. Paman wanita itu berkata: Wahai Rasulullah! Dia telah menggugurkan anak yang telah tumbuh rambut. Ayah wanita yang terbunuh berkata: Dia adalah pendusta: Demi Allah, dia tidak mengeluarkan suara, atau minum atau makan. Tidak ada kompensasi yang harus dibayar untuk pelanggaran seperti ini. Nabi (ﷺ) bersabda: Apakah itu sajak jahiliyah dan ramalan-ramalannya? Bayar seorang budak laki-laki atau perempuan yang terbaik sebagai kompensasi untuk anak tersebut. Ibnu Abbas berkata: Nama salah satu dari mereka adalah Mulaikah, dan nama yang lainnya adalah Umm Ghutaif.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
