Bab Larangan Menyentuh Kemaluan dengan Tangan Kanan dalam Istibra
Shahih oleh Al-Albani
حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، وَمُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، قَالاَ حَدَّثَنَا أَبَانُ، حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " إِذَا بَالَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَمَسَّ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ وَإِذَا أَتَى الْخَلاَءَ فَلاَ يَتَمَسَّحْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلاَ يَشْرَبْ نَفَسًا وَاحِدًا " .
Dari Abu Qatadah: Rasulullah (sal Allaahu alayhi wa sallam) bersabda: Ketika salah seorang dari kalian berkemih, maka janganlah ia menyentuh kemaluannya dengan tangan kanannya, dan ketika ia pergi ke tempat buang air, maka janganlah ia mengusap dirinya dengan tangan kanannya (di tempat tersebut), dan ketika ia minum, maka janganlah ia minum dalam satu tarikan napas.