Bab Dalam Serangan yang Kembali kepada Penduduk Tentara
Hasan oleh Al-Albani
haddatsana harunu ibnu abdi allahi, haddatsana hasyimu ibnu alqasimi, haddatsana ikrimahu, haddatsani iyasu ibnu salamaha, an abihi, qala aghara abdu arrahmani ibnu uyaynaha ala ibili rasuli allahi faqatala raiyaha wakharaja yathruduha huwa waunasun maahu fi khaylin fajaaltu wajhi qibala almadinahi tsumma nadaytu tsalatsa marratin ya shabahahu. tsumma attabatu alqawma fajaaltu armi waaqiruhum faidza rajaa ilaa farisun jalastu fi ashli syajarahin hatta ma khalaqa allahu syayan min zhahri annabiyyi ila jaaltuhu waraa zhahri wahatta alqaw aktsara min tsalatsina rumhan watsalatsina burdahan yastakhiffuna minha tsumma atahum uyaynahu madadan faqala liyaqum ilayhi nafarun minkum. faqama ilaa arbaahun minhum fashaidu aljabala falamma asmatuhum qultu atarifuni qalu waman anta qultu ana abnu alakwai waadzi karrama wajha muhammadin la yathlubuni rajulun minkum fayudrikuni wala athlubuhu fayafutuni. fama barihtu hatta nazhartu ila fawarisi rasuli allahi yatakhallaluna assyajara awwaluhumu alakhramu alasadiyyu fayalhaqu biabdi arrahmani ibni uyaynaha wayathifu alayhi abdu arrahmani fakhtalafa thanatayni faaqara alakhramu abda arrahmani wathaanahu abdu arrahmani faqatalahu fatahawwala abdu arrahmani ala farasi alakhrami fayalhaqu abu qatadaha biabdi arrahmani fakhtalafa thanatayni faaqara biabi qatadaha waqatalahu abu qatadaha fatahawwala abu qatadaha ala farasi alakhrami tsumma jitu ila rasuli allahi wahuwa ala almai adzi jallaytuhum anhu dzu qaradin faidza nabiyyu allahi fi khamsimiahin faathani sahma alfarisi waarrajili.
Salamah (bin Al ‘Akwa) berkata, "Abd Al rahman bin ‘Uyainah menyerang unta-unta Rasulullah ﷺ dan membunuh penggembalanya. Dia dan beberapa orang yang bersamanya di atas kuda melanjutkan untuk mengusirnya. Aku menghadap ke Madinah dan berteriak tiga kali. Serangan pagi, kemudian aku mengejar mereka sambil melepaskan anak panah dan menguliti mereka (hewan mereka). Ketika seorang penunggang kuda kembali kepadaku, aku duduk di bawah pohon sampai tidak ada hewan tunggangan Rasulullah ﷺ yang diciptakan oleh Allah yang tidak aku simpan di belakangku. Mereka melemparkan lebih dari tiga puluh lembing dan tiga puluh jubah untuk meringankan diri mereka. Kemudian ‘Uyainah datang kepada mereka dengan bala bantuan dan berkata, "Beberapa dari kalian harus pergi kepadanya." Empat dari mereka berdiri dan datang kepadaku. Mereka naik ke gunung. Kemudian mereka mendekatiku sampai mereka bisa mendengar suaraku. Aku berkata kepada mereka, "Apakah kalian mengenaliku?" Mereka berkata, "Siapa kamu?" Aku menjawab, "Aku adalah Ibn Al ‘Akwa. Demi Dia yang memuliakan wajah Muhammad ﷺ, jika ada seorang dari kalian mengejarku, dia tidak akan bisa menangkapku, dan jika aku mengejarnya, aku tidak akan melewatkannya." Ini terus berlanjut sampai aku melihat para penunggang kuda Rasulullah ﷺ datang melalui pepohonan. Al Akhram Al Asadi berada di depan mereka. Dia kemudian bergabung dengan ‘Abd Al Rahman bin ‘Uyainah dan ‘Abd Al Rahman berbalik kepadanya. Mereka menyerang satu sama lain dengan lembing. Al Akhram menguliti kuda ‘Abd Al Rahman dan ‘Abd Al Rahman menusuk lembing ke tubuhnya dan membunuhnya. ‘Abd Al Rahman kemudian kembali di atas kuda Al Akhram. Aku kemudian datang kepada Rasulullah ﷺ yang berada di air dari mana aku mengusir mereka, yang dikenal sebagai Dhu Qarad. Nabi ﷺ berada di antara lima ratus orang. Dia kemudian memberiku dua bagian, bagian penunggang kuda dan bagian pejalan kaki."