Bab Keutamaan Memerangi Romawi Dibandingkan Bangsa Lain
Dha'if oleh Al-Albani
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَلاَّمٍ، حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ فَرَجِ بْنِ فَضَالَةَ، عَنْ عَبْدِ الْخَبِيرِ بْنِ ثَابِتِ بْنِ قَيْسِ بْنِ شَمَّاسٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، قَالَ جَاءَتِ امْرَأَةٌ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ يُقَالُ لَهَا أُمُّ خَلاَّدٍ وَهِيَ مُنْتَقِبَةٌ تَسْأَلُ عَنِ ابْنِهَا وَهُوَ مَقْتُولٌ فَقَالَ لَهَا بَعْضُ أَصْحَابِ النَّبِيِّ ﷺ جِئْتِ تَسْأَلِينَ عَنِ ابْنِكِ وَأَنْتِ مُنْتَقِبَةٌ فَقَالَتْ إِنْ أُرْزَإِ ابْنِي فَلَنْ أُرْزَأَ حَيَائِي . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " ابْنُكِ لَهُ أَجْرُ شَهِيدَيْنِ " . قَالَتْ وَلِمَ ذَاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ " لأَنَّهُ قَتَلَهُ أَهْلُ الْكِتَابِ " .
haddatsana abdu arrahmani ibnu salamin, haddatsana hajjaju ibnu muhammadin, an faraji ibni fadhalaha, an abdi alkhabiri ibni tsabiti ibni qaysi ibni syammasin, an abihi, an jaddihi, qala jaati amraahun ila annabiyyi yuqalu laha ummu khaladin wahiya muntaqibahun tasalu ani abniha wahuwa maqtulun faqala laha badhu ashhabi annabiyyi jiti tasalina ani abniki waanti muntaqibahun faqalat in urzai abni falan urzaa hayai. faqala rasulu allahi " abnuki lahu ajru syahidayni ". qalat walima dzaka ya rasula allahi qala " lannahu qatalahu ahlu alkitabi ".
Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Salam, telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Muhammad, dari Faraj bin Fadhalah, dari Abd Al-Khabir bin Thabit bin Qais bin Syammash, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata: Seorang wanita yang disebut Umm Khallad datang kepada Nabi ﷺ dalam keadaan menutup wajahnya, ia bertanya tentang putranya yang telah dibunuh. Beberapa sahabat Nabi ﷺ berkata kepadanya: "Engkau datang untuk menanyakan tentang putramu sementara engkau menutup wajahmu?" Ia menjawab: "Jika aku ditimpa musibah kehilangan putraku, aku tidak akan kehilangan kehormatanku." Rasulullah ﷺ bersabda: "Putramu mendapatkan pahala dua syahid." Ia bertanya: "Mengapa demikian, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Karena ia dibunuh oleh orang-orang Ahli Kitab."
Ringkasan, rujukan ulama, dan hikmah praktis