Bab Dalam Mengklaim Anak dari Perzinahan
Hasan oleh Al-Albani
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ خَالِدٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ رَاشِدٍ، بِإِسْنَادِهِ وَمَعْنَاهُ زَادَ وَهُوَ وَلَدُ زِنًا لأَهْلِ أُمِّهِ مَنْ كَانُوا حُرَّةً أَوْ أَمَةً وَذَلِكَ فِيمَا اسْتُلْحِقَ فِي أَوَّلِ الإِسْلاَمِ فَمَا اقْتُسِمَ مِنْ مَالٍ قَبْلَ الإِسْلاَمِ فَقَدْ مَضَى .
haddatsana mahmudu ibnu khalidin, haddatsana abi, an muhammadi ibni rasyidin, biisnadihi wamanahu zada wahuwa waladu zinan lahli ummihi man kanu hurrahan aw amahan wadzalika fima astulhiqa fi awwali alislami fama aqtusima min malin qabla alislami faqad madha.
Hadits yang disebutkan di atas juga telah ditransmisikan oleh Muhammad bin Rashid melalui mata rantai perawi yang berbeda dengan makna yang sama. Versi ini menambahkan "dia adalah anak dari perzinahan bagi orang-orang ibunya apakah dia seorang wanita merdeka atau hamba. Pengakuan anak kepada orang tua dilakukan pada awal Islam. Harta yang dibagi sebelum Islam tidak akan diperhitungkan."