Bab Wudhu dari Tidur
Hasan oleh Al-Albani
حَدَّثَنَا حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ الْحِمْصِيُّ، - فِي آخَرِينَ - قَالُوا حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ، عَنِ الْوَضِينِ بْنِ عَطَاءٍ، عَنْ مَحْفُوظِ بْنِ عَلْقَمَةَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَائِذٍ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ، - رضى الله عنه - قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " وِكَاءُ السَّهِ الْعَيْنَانِ فَمَنْ نَامَ فَلْيَتَوَضَّأْ " .
Telah menceritakan kepada kami Haywah bin Shuraih, dan yang lainnya, mereka berkata: Telah menceritakan kepada kami Baqiyyah, dari Al-Wadhin bin 'Atha, dari Mahfuzh bin Alqamah, dari Abdurrahman bin A'id, dari Ali bin Abi Talib (رضي الله عنه) berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Ikatan mata adalah ikatan anus, maka barangsiapa yang tidur, hendaklah ia berwudhu."