Bab Wudhu dari Tidur
Shahih oleh Al-Albani
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، وَدَاوُدُ بْنُ شَبِيبٍ، قَالاَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ، أَنَّ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ، قَالَ أُقِيمَتْ صَلاَةُ الْعِشَاءِ فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي حَاجَةً . فَقَامَ يُنَاجِيهِ حَتَّى نَعَسَ الْقَوْمُ أَوْ بَعْضُ الْقَوْمِ ثُمَّ صَلَّى بِهِمْ وَلَمْ يَذْكُرْ وُضُوءًا .
Anas bin Malik melaporkan: (Orang-orang) berdiri untuk shalat malam dan seorang lelaki berdiri dan berkata: Wahai Rasulullah, saya ingin mengatakan sesuatu kepada Anda. Dia (Nabi) berbicara secara rahasia dengannya, sampai orang-orang atau sebagian dari mereka mengantuk, dan kemudian dia memimpin mereka dalam shalat. Dia (Thabit al-Bunani) tidak menyebutkan wudhu.