Bab Keutamaan Haji yang Mabrur
Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya selain surga.
10 hadits tentang haji mabrur, pengampunan dosa, dan kewajiban haji
Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya selain surga.
Diriwayatkan dari Abu Huraira (semoga Allah meridhoi dia) bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: 'Umrah adalah penghapus dosa antara umrah yang satu dengan yang lainnya, dan Haji yang diterima tidak ada balasan baginya kecuali sur
Siapa yang berhaji untuk Allah dan tidak berhubungan seksual dengan istrinya, dan tidak berbuat jahat atau berdosa, maka ia akan kembali (setelah Haji) seperti hari ia dilahirkan kembali.
Siapa yang melakukan Haji dan tidak berbuat cabul serta tidak berbuat dosa, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Dari Abu Huraira رضي الله عنه, Nabi ﷺ ditanya, "Amal apakah yang paling utama?" Beliau menjawab, "Iman kepada Allah dan Rasul-Nya." Ditanya lagi, "Kemudian apa?" Beliau menjawab, "Jihad di jalan Allah." Ditanya lagi, "Ke
Allah, Yang Maha Tinggi, telah mewajibkan Haji atas kalian.
Abu Hurairah berkata: 'Rasulullah ﷺ bersabda: 'Tamu Allah ada tiga: Ghazi, Haji (peziarah), dan Mu'tamir.'
Haji itu adalah Arafah. Siapa yang datang pada malam Jum'at sebelum terbitnya fajar, maka ia telah mendapatkan haji.
Seorang wanita dari Khath'am berkata: 'Wahai Rasulullah! Ayahku telah hidup hingga Allah menjadikan Haji itu wajib, dan dia adalah seorang yang sudah tua yang tidak mampu duduk di atas punggung unta.' Maka beliau ﷺ bersa
Rasulullah ﷺ bersabda: 'Laksanakan Haji dan Umrah secara berurutan, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa seperti yang dilakukan oleh alat tiup terhadap kotoran besi dan emas serta perak, dan Haji yang mabrur