Shahih
Bab Hubungan dengan Wanita yang Sedang Haid
Rasulullah ﷺ menghubungi dan memeluk istrinya di atas kain penutup pinggang ketika mereka sedang haid.
20 hadits yang menjelaskan batasan bersentuhan dengan istri saat haid
Shahih
Rasulullah ﷺ menghubungi dan memeluk istrinya di atas kain penutup pinggang ketika mereka sedang haid.
Shahih
Rasulullah ﷺ biasa berbaring dengan saya ketika saya haid, dan ada kain antara saya dan dia.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah ﷺ dan saya tidur di bawah satu selimut ketika saya haid. Jika ada sesuatu yang mengenai beliau dari saya, beliau akan mencuci tempat tersebut dan tidak lebih, lalu beliau shalat di situ.
Shahih
Beliau memerintahkanku untuk mengenakan izar (pakaian yang dikenakan di bawah pinggang) dan beliau menyentuhku saat aku sedang haid.
Shahih oleh Darussalam
Ketika saya sedang berbaring dengan Rasulullah ﷺ di bawah selimut, datanglah haid saya, maka saya merangkak pergi dan mengenakan pakaian yang biasa saya pakai saat haid.
Shahih
Dari Maimunah: Ketika Rasulullah ﷺ ingin menggauli salah satu istrinya yang sedang haid, beliau meminta agar istrinya mengenakan izar.
Shahih oleh Darussalam
Ketika aku haid, Rasulullah ﷺ memerintahkanku untuk mengenakan kain penutup pinggang, kemudian beliau menyentuhku.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah ﷺ akan memberitahu salah satu dari kami, jika dia sedang haid, untuk mengikatkan Izarnya dengan erat, kemudian beliau akan merayunya.
Shahih
Setiap kali Rasulullah ﷺ ingin menyentuh salah satu dari kami ketika sedang haid, beliau memerintahkan kami untuk mengenakan Izar dan kemudian mulai menyentuhnya.
Shahih
Umm Salama melaporkan: Ketika saya berbaring dengan Rasulullah ﷺ di dalam selimut, saya haid, maka saya merangkak pergi dan mengambil pakaian (yang saya kenakan) saat haid. Maka Rasulullah ﷺ berkata: Apakah kamu haid? Sa
Shahih oleh Al-Albani
Dari salah satu istri Nabi, Ikrimah melaporkan bahwa ketika Nabi ﷺ ingin melakukan sesuatu (misalnya mencium, memeluk) dengan istrinya yang sedang haid, beliau akan meletakkan kain pada bagian kemaluannya.
Shahih
Ketika salah satu dari kami (di antara istri-istri Nabi) haid, Rasulullah meminta agar ia mengenakan kain penutup di atas tubuhnya, kemudian memeluknya.
Shahih oleh Al-Albani
Asma' binti Abu Bakr berkata: Seorang wanita bertanya kepada Rasulullah ﷺ: Wahai Rasulullah, bagaimana jika pakaian salah satu dari kami terkena darah haid; apa yang harus dia lakukan? Beliau berkata: Jika (pakaian) sala
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan dari Anas: "Ketika salah satu wanita mereka haid, orang-orang Yahudi tidak mau makan atau minum bersama mereka, atau bercampur dengan mereka di rumah mereka. Mereka (para sahabat) bertanya kepada Nabi ﷺ tent
Shahih oleh Al-Albani
Seorang wanita mengalami haid yang berkepanjangan pada masa Rasulullah ﷺ. Ia diperintahkan untuk memajukan shalat ashar dan menunda shalat zuhur, dan untuk mandi hanya sekali untuk keduanya.
Shahih
Tidak ada salah seorang di antara kami yang memiliki lebih dari satu pakaian dan kami biasa haid sambil memakainya. Apabila pakaian itu terkena darah haid, kami mengoleskan air liur pada noda darah tersebut dan menggosok
Shahih oleh Darussalam
Dia berkata: 'Ya. Rasulullah ﷺ memanggilku untuk makan bersamanya saat aku sedang haid.'
Shahih oleh Darussalam
Berhentilah (shalat) selama masa haidmu yang biasa, kemudian mandilah.
Shahih oleh Darussalam
Saya bertanya kepada Nabi ﷺ tentang makan bersama wanita yang sedang haid. Ia berkata: "Makanlah bersamanya."
Hasan oleh Darussalam
Diriwayatkan bahwa Maimunah berkata: 'Rasulullah ﷺ biasa merangkul salah satu istrinya saat dia sedang haid, jika dia mengenakan Izar (penutup pinggang) yang mencapai setengah paha atau lututnya.' Dalam riwayat Al-Laith: