Bab Apa yang Dikatakan tentang Kebencian Tawaf dalam Keadaan Telanjang
Shahih oleh Darussalam
haddatsana aliyyu ibnu khasyramin, akhbarana sufyanu ibnu uyaynaha, an abi ishaqa, an zaydi ibni utsayin, qala saaltu aliyyan biai syayin buitsta qala biarbain la yadkhulu aljannaha ila nafsun muslimahun wala yathufu bialbayti uryanun wala yajtamiu almuslimuna waalmusyrikuna bada amihim hadza waman kana baynahu wabayna annabiyyi ahdun faahduhu ila muddatihi waman la muddaha lahu faarbaahu asyhurin. qala wafi albabi an abi hurayraha. qala abu isa haditsu aliyyin haditsun hasanun.
Zaid bin Uthai berkata: Saya bertanya kepada Ali: "Dengan apa kamu diutus?" Dia menjawab: "Dengan empat hal: Tidak ada yang akan masuk surga kecuali jiwa yang Muslim. Tidak boleh melakukan Tawaf di sekitar Rumah dalam keadaan telanjang. Orang-orang Muslim dan para penyembah berhala tidak akan berkumpul (di Makkah) bersama setelah tahun ini. Dan bagi siapa pun yang memiliki perjanjian antara dia dan Nabi, maka perjanjiannya (berlaku) sampai batas waktunya, dan bagi yang tidak ada batas waktunya, maka itu adalah empat bulan."