Bab Tentang Keutamaan Umar bin Khattab RA
Hasan oleh Darussalam
haddatsana alhasanu ibnu shabbahin albazzaru, qala haddatsana zaydu ibnu hubabin, an kharijaha ibni abdi allahi abni sulaymana ibni zaydi ibni tsabitin, qala akhbarana yazidu ibnu rumana, an urwaha, an aisyaha, qalat kana rasulu allahi jalisan fasamina laghathan washawta shibyanin faqama rasulu allahi faidza habasyiyyahun tuzfinu waasshibyanu hawlaha faqala " ya aisyahu taala fanzhuri ". fajitu fawadhatu lahyaa ala mankibi rasuli allahi fajaaltu anzhura ilayha ma bayna almankibi ila rasihi faqala li " ama syabiti ama syabiti ". qalat fajaaltu aqulu la lanzhura manzilati indahu idz thalaa umaru qala farfaddha annasu anha qalat faqala rasulu allahi " inni lanzhuru ila syayathini alinsi waaljinni qad farru min umara ". qalat farajatu. qala abu isa hadza haditsun hasanun shahihun gharibun min hadza alwajhi.
Telah menceritakan kepada kami Al-Hasan bin Sabbah Al-Bazzar, telah menceritakan kepada kami Zaid bin Hubab, dari Kharijah bin Abdulllah bin Sulaiman bin Zaid bin Thabit, ia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Yazid bin Rumaan, dari Urwah, dari Aisyah, ia berkata: "Rasulullah ﷺ sedang duduk, lalu kami mendengar suara gaduh dan suara anak-anak. Maka Rasulullah ﷺ berdiri, dan ternyata ada seorang wanita Habasyah yang sedang menari, dan anak-anak bermain di sekelilingnya. Maka beliau bersabda: "Wahai Aisyah, datanglah (dan) lihatlah." Maka aku datang, dan aku meletakkan daguku di atas bahu Rasulullah ﷺ dan aku mulai melihatnya dari antara bahunya dan kepalanya, dan beliau berkata kepadaku: "Apakah kamu sudah cukup, apakah kamu sudah cukup?" Ia berkata: "Maka aku terus berkata: 'Belum,' untuk melihat kedudukanku di sisinya. Kemudian Umar datang. Ia berkata: "Maka orang-orang pun pergi menjauh darinya. Ia berkata: "Maka Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya aku melihat setan-setan di antara manusia dan jin telah lari dari Umar." Ia berkata: "Maka aku pun kembali."