Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3691 tentang Keutamaan Umar dan setan lari darinya

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan tentang Aisyah radhiyallahu 'anha yang diajak oleh Rasulullah ﷺ untuk melihat hiburan yang mubah (boleh) berupa tarian seorang wanita Habasyah di masjid pada hari raya. Ketika Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu datang, orang-orang berhenti dan menjauh karena mereka tahu Umar tidak menyukai hal semacam itu. Rasulullah ﷺ kemudian bersabda bahwa setan-setan dari kalangan manusia dan jin lari dari Umar. Hadits ini menunjukkan keutamaan Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, bahwa setan pun takut kepadanya, dan juga menunjukkan bahwa hiburan yang mubah diperbolehkan selama tidak melanggar syariat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat At-Tirmidzi No. 3691:

Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda kutip) adalah sebagai berikut:

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ صَبَّاحٍ الْبَزَّارُ، قَالَ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ حُبَابٍ، عَنْ خَارِجَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ ابْنِ سُلَيْمَانَ بْنِ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ، قَالَ أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ رُومَانَ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ جَالِسًا فَسَمِعْنَا لَغَطًا وَصَوْتَ صِبْيَانٍ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ فَإِذَا حَبَشِيَّةٌ تُزْفِنُ وَالصِّبْيَانُ حَوْلَهَا فَقَالَ " يَا عَائِشَةُ تَعَالَىْ فَانْظُرِي " . فَجِئْتُ فَوَضَعْتُ لَحْيَىَّ عَلَى مَنْكِبِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فَجَعَلْتُ أَنْظُرَ إِلَيْهَا مَا بَيْنَ الْمَنْكِبِ إِلَى رَأْسِهِ فَقَالَ لِي " أَمَا شَبِعْتِ أَمَا شَبِعْتِ " . قَالَتْ فَجَعَلْتُ أَقُولُ لاَ لأَنْظُرَ مَنْزِلَتِي عِنْدَهُ إِذْ طَلَعَ عُمَرُ قَالَ فَارْفَضَّ النَّاسُ عَنْهَا قَالَتْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " إِنِّي لأَنْظُرُ إِلَى شَيَاطِينِ الإِنْسِ وَالْجِنِّ قَدْ فَرُّوا مِنْ عُمَرَ " . قَالَتْ فَرَجَعْتُ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ .

Terjemahan ringkas: Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: "Rasulullah ﷺ sedang duduk, lalu kami mendengar suara gaduh dan suara anak-anak. Maka Rasulullah ﷺ berdiri, dan ternyata ada seorang wanita Habasyah yang sedang menari, dan anak-anak bermain di sekelilingnya. Maka beliau bersabda: 'Wahai Aisyah, datanglah (dan) lihatlah.' Maka aku datang, dan aku meletakkan daguku di atas bahu Rasulullah ﷺ dan aku mulai melihatnya dari antara bahunya dan kepalanya, dan beliau berkata kepadaku: 'Apakah kamu sudah cukup, apakah kamu sudah cukup?' Ia berkata: 'Maka aku terus berkata: Belum,' untuk melihat kedudukanku di sisinya. Kemudian Umar datang. Ia berkata: 'Maka orang-orang pun pergi menjauh darinya. Ia berkata: 'Maka Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya aku melihat setan-setan di antara manusia dan jin telah lari dari Umar.' Ia berkata: 'Maka aku pun kembali.'"

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

Tidak ada ayat Al-Qur'an yang secara khusus membahas peristiwa ini, namun ada ayat yang berbicara tentang keutamaan para sahabat dan orang-orang yang beriman, di antaranya:

QS. Al-Hujurat [49]: 7

وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ ۚ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ

"Dan ketahuilah bahwa di tengah-tengah kamu ada Rasulullah ﷺ. Kalau dia menuruti (kehendak) kamu dalam banyak urusan, pasti kamu akan mendapatkan kesusahan. Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah di dalam hatimu, serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus."

Kaitan dengan ulama:

Imam At-Tirmidzi (wafat 279 H) meriwayatkan hadits ini dalam Jami'-nya dan menilai hadits ini hasan shahih gharib dari jalur ini. Para ulama seperti Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari dan Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim membahas hadits-hadits serupa tentang hiburan yang mubah dan keutamaan Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu.

Penjelasan Rinci

1. Konteks Hadits:

Hadits ini terjadi pada hari raya, di mana saat itu orang-orang Habasyah (Etiopia) sedang bermain tombak atau menari di masjid Nabawi. Dalam riwayat lain (Shahih Bukhari dan Muslim), disebutkan bahwa Aisyah radhiyallahu 'anha menonton permainan orang-orang Habasyah di masjid pada hari raya, dan Rasulullah ﷺ membiarkannya hingga Aisyah sendiri yang merasa cukup.

2. Makna "Wanita Habasyah yang menari" (تُزْفِنُ):

Kata tuzfinu artinya menari dengan gerakan tertentu. Ini adalah bentuk hiburan yang mubah (boleh) selama tidak mengandung unsur yang diharamkan seperti musik yang melalaikan, aurat terbuka, atau gerakan yang menyerupai tari erotis. Para ulama menjelaskan bahwa hiburan semacam ini dibolehkan pada hari raya untuk menunjukkan kegembiraan dan syiar Islam.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya melihat permainan dan hiburan yang mubah, terutama pada hari raya, selama tidak melanggar syariat.

3. Keutamaan Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu:

Sabda Nabi ﷺ: "Sesungguhnya aku melihat setan-setan dari kalangan manusia dan jin telah lari dari Umar." Ini adalah keutamaan yang agung bagi Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu. Setan takut kepada Umar karena keimanannya yang kuat dan ketegasannya dalam menegakkan kebenaran.

Imam Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan bahwa Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu dikenal sebagai orang yang sangat tegas terhadap kemungkaran, sehingga setan pun takut kepadanya. Ini juga dikuatkan dengan hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya setan tidak akan pernah bertemu denganmu di jalan yang engkau lalui, wahai Umar, kecuali ia akan mengambil jalan yang lain."

4. Pelajaran tentang adab Aisyah radhiyallahu 'anha:

Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: "Maka aku terus berkata: 'Belum,' untuk melihat kedudukanku di sisinya." Ini menunjukkan kecerdasan Aisyah dan kedekatannya dengan Rasulullah ﷺ. Ia ingin berlama-lama di sisi beliau karena merasa senang dan ingin menikmati kebersamaan dengan suaminya. Ini adalah hal yang wajar dan dibolehkan dalam Islam, karena Rasulullah ﷺ sendiri yang mengajaknya.

5. Perbedaan pendapat ulama tentang hiburan:

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum melihat tarian atau permainan semacam ini:

  • Mayoritas ulama (termasuk Imam Asy-Syafi'i, Imam Ahmad, dan lainnya) membolehkan hiburan yang mubah pada hari raya, selama tidak mengandung kemungkaran. Ini berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lain yang serupa.
  • Sebagian ulama yang lebih ketat berpendapat bahwa hal ini hanya khusus untuk Aisyah dan tidak berlaku umum, atau hanya pada masa itu saja.

Namun pendapat yang lebih kuat adalah yang pertama, karena Rasulullah ﷺ sendiri yang mengajak Aisyah untuk melihat, dan beliau tidak melarangnya. Ini menunjukkan bahwa hiburan yang mubah pada hari raya diperbolehkan.

6. Hikmah "Setan lari dari Umar":

Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu adalah sosok yang sangat ditakuti setan karena keimanannya yang kokoh. Ini menunjukkan bahwa keimanan yang kuat dan ketegasan dalam menegakkan kebenaran akan membuat setan menjauh. Sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin, bahwa keimanan adalah perisai dari gangguan setan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu pernah berkata kepada setan: "Aku tidak akan duduk, dan engkau tidak akan duduk, kecuali salah satu dari kita akan lari." Ini menunjukkan keberanian dan ketegasan Umar dalam menghadapi musuh Allah.

Dalam riwayat lain, ketika Umar masuk ke Madinah setelah hijrah, kaum muslimin menyambutnya dengan gembira. Umar dikenal sebagai orang yang sangat tegas, namun juga sangat penyayang kepada kaum muslimin. Ia pernah berkata: "Jika seekor keledai terjatuh di Irak, aku khawatir Allah akan bertanya kepadaku mengapa engkau tidak memperbaiki jalannya, wahai Umar." Ini menunjukkan rasa tanggung jawabnya yang besar sebagai pemimpin.

Kisah ini mengajarkan kita bahwa ketegasan dalam kebenaran adalah sifat yang mulia, dan Allah akan memberikan kehormatan kepada hamba-Nya yang teguh dalam iman.

Kesimpulan Praktis

  1. Hiburan yang mubah diperbolehkan pada hari raya dan acara-acara yang dibenarkan syariat, selama tidak mengandung kemungkaran seperti aurat terbuka, musik yang melalaikan, atau gerakan yang tidak senonoh.
  2. Keutamaan Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu adalah nyata, dan setan takut kepadanya karena keimanannya yang kuat. Kita bisa meneladani ketegasannya dalam menegakkan kebenaran.
  3. Adab seorang istri terhadap suaminya - Aisyah menunjukkan kedekatan dan kecintaannya kepada Rasulullah ﷺ dengan cara yang sopan dan penuh adab.
  4. Jangan berlebihan dalam hiburan - meskipun hiburan mubah diperbolehkan, kita harus tetap menjaga batasan dan tidak berlebihan sehingga melalaikan kewajiban.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.