Bab Apa yang Dikatakan tentang Hijabnya Wanita dari Pria
Hasan oleh Darussalam
haddatsana suwaydun, haddatsana abdu allahi, akhbarana yunusu ibnu yazida, ani abni syihabin, an nabhana, mawla ummi salamaha annahu haddatsahu anna umma salamaha haddatsathu annaha, kanat inda rasuli allahi wamaymunahu qalat fabayna nahnu indahu aqbala abnu ummi maktumin fadakhala alayhi wadzalika bada ma umirna bialhijabi faqala rasulu allahi " ahtajiba minhu ". faqultu ya rasula allahi alaysa huwa ama la yubshiruna wala yarifuna faqala rasulu allahi " afaamyawani antuma alastuma tubshiranihi ". qala abu isa hadza haditsun hasanun shahihun.
Dari Nabhan, budak Umm Salamah, bahwa Ibn Shihab meriwayatkan bahwa Umm Salamah menceritakan kepadanya, bahwa dia dan Maimunah sedang bersama Rasulullah ﷺ, dia berkata: "Ketika kami bersama beliau, Ibn Umm Maktum datang, dan dia masuk menemui beliau, dan itu setelah kami diperintahkan untuk berhijab. Maka Rasulullah ﷺ bersabda: 'Berhijablah kalian darinya.' Maka saya berkata: 'Wahai Rasulullah! Bukankah dia buta sehingga tidak dapat melihat kami atau mengenali kami?' Maka Rasulullah ﷺ bersabda: 'Apakah kalian berdua buta sehingga tidak dapat melihatnya?'