Bab Apa yang Dikatakan tentang Mengikuti Jejak Orang-orang Sebelumnya
Shahih oleh Darussalam
haddatsana saidu ibnu abdi arrahmani almakhzumiyyu, haddatsana sufyanu, ani azzuhriyyi, an sinani ibni abi sinanin, an abi waqidin allaytsiyyi, anna rasula allahi lamma kharaja ila khaybara marra bisyajarahin lilmusyrikina yuqalu laha dzatu anwathin yualliquna alayha aslihatahum faqalu ya rasula allahi ajal lana dzata anwathin kama lahum dzatu anwathin. faqala annabiyyu " subhana allahi hadza kama qala qawmu musa : (jal lana ilahan kama lahum alihahun ) waadzi nafsi biyadihi latarkabunna sunnaha man kana qablakum ". qala abu isa hadza haditsun hasanun shahihun. waabu waqidin allaytsiyyu asmuhu alharitsu ibnu awfin. wafi albabi an abi saidin waabi hurayraha.
Abu Waqid Al-Laithi meriwayatkan bahwa ketika Rasulullah (s.a.w) keluar menuju Khaybar, beliau melewati sebuah pohon yang disebut Dhat Anwat oleh orang-orang musyrik, di mana mereka menggantungkan senjata mereka. Mereka (para sahabat) berkata: "Wahai Rasulullah! Buatlah untuk kami Dhat Anwat seperti mereka memiliki Dhat Anwat." Nabi (s.a.w) bersabda: "Subhan Allah! Ini seperti apa yang dikatakan oleh kaum Musa: 'Buatlah untuk kami Tuhan seperti Tuhan-tuhan mereka.' Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya! Kalian pasti akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kalian."