Bab Tentang Seseorang yang Bersedekah atau Memerdekakan di Saat Kematian
haddatsana qutaybahu, haddatsana allaytsu, ani abni syihabin, an urwaha, anna aisyaha, akhbarathu anna bariraha jaat tastainu aisyaha fi kitabatiha walam takun qadhat min kitabatiha syayan faqalat laha aisyahu arjii ila ahliki fain ahabbu an aqdhiya anki kitabataki wayakuna li walauki faaltu. fadzakarat dzalika barirahu lahliha faabaw waqalu in syaat an tahtasiba alayki wayakuna lana walauki faltafal. fadzakarat dzalika lirasuli allahi faqala laha rasulu allahi " abtai faatiqi fainnama alwalau liman ataqa " tsumma qama rasulu allahi faqala " ma balu aqwamin yasytarithuna syuruthan laysat fi kitabi allahi mani asytaratha syarthan laysa fi kitabi allahi falaysa lahu waini asytaratha miaha marrahin ". qala abu isa hadza haditsun hasanun shahihun waqad ruwiya min ghayri wajhin an aisyaha. waalamalu ala hadza inda ahli alilmi anna alwalaa liman ataqa.
'Urwah meriwayatkan bahwa: 'Aisyah memberitahunya bahwa Barrirah datang kepadanya meminta bantuan untuk menulis surat pembebasan, dan dia belum membayar apa pun untuk surat pembebasannya. Maka 'Aisyah berkata kepadanya: 'Kembalilah kepada keluargamu, dan jika mereka setuju agar aku membayar untuk surat pembebasanmu dan wala' (hak)mu untukku, maka aku akan melakukannya.' Maka Barrirah menyampaikan hal itu kepada keluarganya dan mereka menolak. Mereka berkata: 'Jika dia ingin mendapatkan pahala (membebaskan)mu sementara wala' (hak)nya untuk kami, maka biarkan dia melakukannya.' Maka aku menyampaikan hal itu kepada Rasulullah ﷺ dan Rasulullah ﷺ bersabda: 'Belilah dia, kemudian bebaskanlah, karena wala' (hak) hanya untuk orang yang membebaskan.' Kemudian Rasulullah ﷺ berdiri dan berkata: 'Apa yang terjadi dengan orang-orang yang membuat syarat yang tidak ada dalam Kitab Allah? Siapa pun yang membuat syarat yang tidak ada dalam Kitab Allah, maka itu tidak akan berlaku baginya, meskipun dia membuat syarat seratus kali.'