Bab Apa yang Dikatakan tentang Keutamaan Siapa yang Mengikat Kuda di Jalan Allah
Shahih oleh Darussalam
haddatsana qutaybahu, haddatsana abdu alazizi ibnu muhammadin, an suhayli ibni abi shalihin, an abihi, an abi hurayraha, qala qala rasulu allahi " alkhaylu maqudun fi nawashiha alkhayru ila yawmi alqiyamahi alkhaylu litsalatsahin hiya lirajulin ajrun wahiya lirajulin sitrun wahiya ala rajulin wizrun faamma adzi lahu ajrun falladzi yattakhidzuha fi sabili allahi fayuidduha lahu hiya lahu ajrun la yaghibu fi buthuniha syayun ila kataba allahu lahu ajran ". wafi alhaditsi qisshahun. qala abu isa hadza haditsun hasanun shahihun. waqad rawa maliku ibnu anasin an zaydi ibni aslama an abi shalihin an abi hurayraha ani annabiyyi nahwa hadza.
Dari Abu Hurairah: Rasulullah ﷺ bersabda: "Kuda-kuda itu mengandung kebaikan hingga Hari Kiamat. Kuda itu untuk tiga (tujuan): Untuk seorang lelaki sebagai pahala, dan untuk seorang lelaki sebagai perlindungan (dari kemiskinan), dan untuk seorang lelaki sebagai beban. Adapun yang mengambilnya di jalan Allah dan kemudian mempersiapkannya untuk itu; maka baginya adalah pahala, tidak ada sesuatu pun yang masuk ke dalam perutnya kecuali Allah menulisnya sebagai pahala."