Bab Apa yang Dikatakan Tentang Pertukaran
Shahih oleh Darussalam
haddatsana qutaybahu, haddatsana allaytsu, ani abni syihabin, an maliki ibni awsi ibni alhadatsani, annahu qala aqbaltu aqulu man yashtharifu addarahima faqala thalhahu ibnu ubaydi allahi wahuwa inda umara ibni alkhatthabi arina dzahabaka tsumma atina idza jaa khadimuna nuthika wariqaka. faqala umaru kala waallahi latuthiyannahu wariqahu aw lataruddanna ilayhi dzahabahu fainna rasula allahi qala " alwariqu biaddzahabi riban ila haa wahaa waalburru bialburri riban ila haa wahaa waassyairu biassyairi riban ila haa wahaa waattamru biattamri riban ila haa wahaa ". qala abu isa hadza haditsun hasanun shahihun. waalamalu ala hadza inda ahli alilmi. wamana qawlihi " ila haa wahaa " yaqulu yadan biyadin.
Dari Malik bin Aws bin Hadathan, ia berkata: "Aku pernah berkata: 'Siapa yang bisa menukar beberapa Dirham?' Maka Talhah bin 'Ubaidullah - dan dia bersama 'Umar bin Al-Khattab - berkata: 'Tinggalkan emasmu bersama kami, kemudian kembalilah kepada kami ketika pelayan kami datang dan kami akan memberimu perakmu.' 'Umar bin Al-Khattab berkata: 'Tidak! Demi Allah! Baik berikan dia peraknya atau kembalikan emasnya kepadanya. Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: 'Perak untuk emas adalah riba, kecuali secara tunai; dan gandum untuk gandum adalah riba kecuali secara tunai; dan barley untuk barley adalah riba kecuali secara tunai; dan kurma untuk kurma adalah riba kecuali secara tunai.'" Abu 'Eisa berkata: Hadits ini Hasan Sahih. Ini dipraktikkan menurut para ulama. Dan makna dari 'Ha' Wa Ha' adalah secara tunai.