Bab Apa yang Dikatakan Tentang Meninggalkan Keraguan
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، أَنْبَأَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ مُجَالِدٍ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ، قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهُ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ " الْحَلاَلُ بَيِّنٌ وَالْحَرَامُ بَيِّنٌ وَبَيْنَ ذَلِكَ أُمُورٌ مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَدْرِي كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ أَمِنَ الْحَلاَلِ هِيَ أَمْ مِنَ الْحَرَامِ فَمَنْ تَرَكَهَا اسْتِبْرَاءً لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ فَقَدْ سَلِمَ وَمَنْ وَاقَعَ شَيْئًا مِنْهَا يُوشِكُ أَنْ يُوَاقِعَ الْحَرَامَ كَمَا أَنَّهُ مَنْ يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يُوَاقِعَهُ أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللَّهِ مَحَارِمُهُ " .
An-Nu'man bin Bashir meriwayatkan bahwa Rasulullah (S) bersabda: "Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya ada perkara-perkara yang meragukan (tidak jelas); banyak orang tidak tahu apakah itu halal atau haram. Maka siapa yang meninggalkannya untuk menjaga agamanya dan kehormatannya, maka dia akan selamat, dan siapa yang terjatuh dalam salah satu dari perkara itu, maka dia akan segera terjatuh dalam yang haram. Seperti halnya jika seseorang menggembalakan (hewan-hewan) di sekitar suatu kawasan suci, dia akan segera terjatuh ke dalamnya. Sesungguhnya bagi setiap raja ada kawasan suci (padang gembalaan), dan sesungguhnya kawasan suci Allah adalah apa yang Dia haramkan."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
