Bab Apa yang Dikatakan Bahwa Air dari Air
Shahih oleh Darussalam
haddatsana ahmadu ibnu maniin, haddatsana abdu allahi ibnu almubaraki, akhbarana mamarun, ani azzuhriyyi, bihadza alisnadi mitslahu. qala abu isa hadza haditsun hasanun shahihun. wainnama kana almau mina almai fi awwali alislami tsumma nusikha bada dzalika. wahakadza rawa ghayru wahidin min ashhabi annabiyyi minhum ubau ibnu kabin warafiu ibnu khadijin. waalamalu ala hadza inda aktsari ahli alilmi ala annahu idza jamaa arrajulu amraatahu fi alfarji wajaba alayhima alghuslu wain lam yunzila.
Ma'mar meriwayatkan: sebuah riwayat yang serupa (seperti Hadits no. 110) dari Az-Zuhri, dengan sanad ini. Abu 'Isa berkata: Ini adalah hadits hasan sahih. Dan sesungguhnya air dari air pada awal Islam kemudian dihapus setelah itu. Dan demikianlah diriwayatkan oleh beberapa sahabat Nabi ﷺ di antaranya Ubay bin Ka'b dan Rafi' bin Khadij. Dan amalan ini dipegang oleh kebanyakan ahli ilmu bahwa jika seorang lelaki menggauli istrinya di farji, maka wajib bagi keduanya untuk mandi meskipun tidak mengeluarkan air.