Bab Tentang Menggugurkan Air Hidung
Shahih oleh Darussalam
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمٍ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ كَثِيرٍ، ح وَأَنْبَأَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ أَنْبَأَنَا وَكِيعٌ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ أَبِي هَاشِمٍ، عَنْ عَاصِمِ بْنِ لَقِيطِ بْنِ صَبْرَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي عَنِ الْوُضُوءِ، قَالَ " أَسْبِغِ الْوُضُوءَ وَبَالِغْ فِي الاِسْتِنْشَاقِ إِلاَّ أَنْ تَكُونَ صَائِمًا " .
Telah menceritakan kepada kami Qutaybah bin Sa'id, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sulaim, dari Ismail bin Kathir, dan telah memberitakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim, dia berkata: "Telah memberitakan kepada kami Waki', dari Sufyan, dari Abu Hashim, dari Asim bin Laqit bin Sabirah, dari ayahnya, dia berkata: "Aku berkata: "Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku tentang wudhu." Dia berkata: "Perbaguslah wudhu dan berlebihanlah dalam menghirup air ke hidung, kecuali jika kamu sedang berpuasa."