Bab Imam Menyebutkan Setelah Berdiri di Tempat Shalat Bahwa Dia Dalam Keadaan Tidak Suci

HR. An-Nasa'i no. 792Shahih · Darussalam

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ بْنِ سَعِيدِ بْنِ كَثِيرٍ، قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ، عَنِ الزُّبَيْدِيِّ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، وَالْوَلِيدُ، عَنِ الأَوْزَاعِيِّ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ فَصَفَّ النَّاسُ صُفُوفَهُمْ وَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ حَتَّى إِذَا قَامَ فِي مُصَلاَّهُ ذَكَرَ أَنَّهُ لَمْ يَغْتَسِلْ فَقَالَ لِلنَّاسِ " مَكَانَكُمْ " . ثُمَّ رَجَعَ إِلَى بَيْتِهِ فَخَرَجَ عَلَيْنَا يَنْطِفُ رَأْسُهُ فَاغْتَسَلَ وَنَحْنُ صُفُوفٌ .

Cara baca (latin)

akhbarana amru ibnu utsmana ibni saidi ibni katsirin, qala haddatsana muhammadu ibnu harbin, ani azzubaydiyyi, ani azzuhriyyi, waalwalidu, ani alawzaiyyi, ani azzuhriyyi, an abi salamaha, an abi hurayraha, qala uqimati asshalahu fashaffa annasu shufufahum wakharaja rasulu allahi hatta idza qama fi mushalahu dzakara annahu lam yaghtasil faqala lilnnasi " makanakum ". tsumma rajaa ila baytihi fakharaja alayna yanthifu rasuhu faghtasala wanahnu shufufun.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa ia berkata: "Iqamah untuk shalat telah dikumandangkan dan orang-orang berdiri dalam barisan, dan Rasulullah ﷺ keluar. Ketika beliau berdiri di tempat shalatnya, beliau teringat bahwa beliau belum ber-ghusl. Beliau berkata kepada orang-orang: 'Tetaplah di tempat kalian.' Kemudian beliau kembali ke rumahnya, lalu beliau keluar dengan kepala yang menetes air. Beliau melakukan ghusl sementara kami berdiri dalam barisan."

Belajar nahwu 1 kata Ketuk kata Arab untuk melihat arti dan kedudukannya.

Tetaplah di tempat kalian.

1/1

مَكَانَكُمْ

tempat kalian (tetaplah di tempat kalian)

Isim kata benda

Kata 'makān' adalah isim makan (kata tempat) yang berfungsi sebagai zharf makan (keterangan tempat). Dalam konteks ini, ia digunakan sebagai maf'ul fīh (objek keterangan) yang dinashabkan. Kata ini merupakan bentuk isim makan dari akar kata ك و ن (kāna) yang berarti 'ada' atau 'berada'. 'Makānakum' secara harfiah berarti 'tempat kalian', dan dalam kalimat perintah 'makānakum' (dengan pemahaman 'alzāmū makānakum' atau 'kūnū fī makānikum') berarti 'tetaplah di tempat kalian'. Kata ini di-idhafahkan kepada dhamir 'kum' (kalian).

Analisis dibantu AI.