Bab Shalat kepada Nabi setelah Adzan
Shahih oleh Darussalam
akhbarana suwaydun, qala anbaana abdu allahi, an haywaha ibni syurayhin, anna kaba ibna alqamaha, samia abda arrahmani ibna jubayrin, mawla nafii ibni amrinw alqurasyiyyi yuhadditsu annahu samia abda allahi ibna amrinw, yaqulu samitu rasula allahi yaqulu " idza samitumu almuaddzina faqulu mitsla ma yaqulu washallu alaa fainnahu man shalla alaa shalahan shalla allahu alayhi asyran tsumma salu allaha liya alwasilaha fainnaha manzilahun fi aljannahi la tanbaghi ila liabdin min ibadi allahi arju an akuna ana huwa faman saala liya alwasilaha hallat lahu assyafaahu ".
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Amr berkata: "Saya mendengar Rasulullah (ﷺ) berkata: 'Jika kalian mendengar Muadzin, maka ucapkanlah seperti yang dia ucapkan, dan bershalawatlah atas diriku, karena siapa yang bershalawat atas diriku sekali, Allah akan bershalawat atasnya sepuluh kali. Kemudian mintalah kepada Allah untuk memberiku Al-Wasilah, yang merupakan kedudukan di surga yang hanya akan dicapai oleh salah satu hamba Allah, dan saya berharap saya adalah orang itu. Siapa yang meminta Al-Wasilah untukku, maka dia berhak atas syafaatku.'"