Penjelasan Hadits Nasa'i No. 678 tentang Mengikuti muadzin, bershalawat, dan memohon wasilah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan tiga adab penting saat mendengar adzan: (1) menjawab adzan dengan ucapan seperti yang diucapkan muadzin, (2) bershalawat kepada Nabi ﷺ, dan (3) memohon kepada Allah agar Nabi ﷺ diberi kedudukan al-wasilah di surga. Balasannya sangat besar: satu shalawat dibalas sepuluh rahmat, dan siapa yang memohonkan wasilah untuk Nabi ﷺ akan mendapat syafaatnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang menjadi dasar perintah bershalawat:

QS. Al-Ahzab [33]: 56

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Terjemahan: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."

Hadits terkait (shahih):

Dari Abu Sa'id al-Khudri, Nabi ﷺ bersabda: "Apabila kalian mendengar adzan, ucapkanlah seperti yang diucapkan muadzin." (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Hadits ini menjadi dasar umum perintah menjawab adzan.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa menjawab adzan hukumnya sunnah muakkadah, dan disunnahkan mengucapkan seperti ucapan muadzin, kecuali pada lafaz "hayya 'ala ash-shalah" dan "hayya 'ala al-falah" — menurut pendapat yang kuat, dijawab dengan "laa hawla wa laa quwwata illaa billah".
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menukil bahwa para ulama sepakat tentang keutamaan menjawab adzan dan bershalawat setelahnya.
  • Ibn Katsir dalam tafsirnya atas QS. Al-Ahzab [33]: 56 menjelaskan bahwa shalawat Allah kepada Nabi berarti pujian dan rahmat, sedangkan shalawat malaikat berarti doa dan istighfar.
  • Ibnul Qayyim dalam Jalaa' al-Afhaam membahas panjang tentang keutamaan shalawat dan makna al-wasilah.

Penjelasan Rinci

1. Menjawab adzan

Perintah "ucapkanlah seperti yang dia ucapkan" menunjukkan sunnah menjawab setiap kalimat adzan dengan kalimat yang sama. Imam an-Nawawi menyebutkan dalam Al-Majmu' bahwa ini berlaku untuk seluruh lafaz adzan, kecuali pada dua kalimat seruan shalat (hayya 'ala ash-shalah dan hayya 'ala al-falah), yang dijawab dengan laa hawla wa laa quwwata illaa billaah — berdasarkan hadits lain yang shahih.

2. Bershalawat kepada Nabi ﷺ

Setelah adzan selesai, disunnahkan bershalawat. Keutamaannya luar biasa: satu shalawat dibalas Allah dengan sepuluh rahmat. Ibnul Qayyim dalam Jalaa' al-Afhaam menjelaskan bahwa shalawat adalah bentuk doa yang paling utama, dan Allah sendiri memerintahkan hamba-Nya untuk bershalawat sebagaimana dalam QS. Al-Ahzab [33]: 56.

3. Memohon al-wasilah untuk Nabi ﷺ

Al-wasilah adalah kedudukan tertinggi di surga yang hanya layak bagi satu hamba Allah, dan Nabi ﷺ berharap beliau adalah orang itu. Doa yang diajarkan Nabi ﷺ setelah adzan adalah:

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

(HR. Al-Bukhari dari Jabir bin Abdillah)

4. Janji syafaat

"Siapa yang meminta al-wasilah untukku, maka dia berhak atas syafaatku." Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ini adalah keutamaan besar bagi orang yang mengamalkan doa ini dengan penuh keyakinan dan keikhlasan. Syafaat di sini adalah syafaat khusus Nabi ﷺ di hari kiamat.

Perbedaan pendapat ulama:

Para ulama dari daftar yang disebutkan — seperti Imam an-Nawawi, Ibnu Hajar, dan Ibnul Qayyim — sepakat tentang sunnahnya menjawab adzan, bershalawat, dan berdoa wasilah. Perbedaan hanya pada detail lafaz jawaban pada hayya 'ala ash-shalah, namun pendapat yang paling kuat adalah menjawab dengan laa hawla wa laa quwwata illaa billaah berdasarkan hadits shahih dari Umar bin al-Khaththab.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Amr bin al-Ash — sahabat mulia yang meriwayatkan hadits ini — sangat tekun mengamalkan sunnah-sunnah Nabi ﷺ, termasuk dalam hal adzan. Beliau dikenal sebagai sahabat yang banyak menulis hadits dan sangat menjaga amal. Dari beliau pula kita belajar bahwa mendengarkan adzan bukan sekadar momen rutin, tetapi kesempatan meraih pahala besar: menjawab, bershalawat, dan berdoa.

Imam an-Nawawi dalam kitabnya Al-Adzkar menyebutkan bahwa para salaf sangat bersemangat mengamalkan doa setelah adzan ini, karena janji syafaat yang disebutkan Nabi ﷺ sangat agung dan tidak boleh disia-siakan.

Kesimpulan Praktis

  1. Saat mendengar adzan, hentikan aktivitas sejenak dan jawablah setiap kalimat muadzin dengan kalimat yang sama (kecuali hayya 'ala ash-shalah dan hayya 'ala al-falah, dijawab dengan laa hawla wa laa quwwata illaa billaah).
  2. Setelah adzan selesai, bershalawatlah kepada Nabi ﷺ — satu shalawat dibalas sepuluh rahmat.
  3. Bacalah doa wasilah setelah adzan, karena ini adalah doa yang diajarkan Nabi ﷺ dan menjadi sebab mendapat syafaatnya.
  4. Ajarkan kepada keluarga adab-adab ini agar menjadi kebiasaan baik di rumah.
  5. Jangan remehkan momen adzan — ia adalah panggilan mulia yang disertai janji pahala besar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?