Bab Iqamah Bagi Yang Shalat Sendirian
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، قَالَ أَنْبَأَنَا إِسْمَاعِيلُ، قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ عَلِيِّ بْنِ يَحْيَى بْنِ خَلاَّدِ بْنِ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ الزَّرْقِيُّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، عَنْ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بَيْنَا هُوَ جَالِسٌ فِي صَفِّ الصَّلاَةِ الْحَدِيثَ .
Diriwayatkan dari Rifa'ah bin Rafi' bahwa ketika Rasulullah (ﷺ) sedang duduk dalam barisan shalat. Hadits ini. 1 Dengan sanad ini, At-Tirmidhi mencatatnya (No. 302) dan An-Nasai dalam Al-Kubra (No. 1631). Ini adalah riwayat tentang seorang laki-laki yang shalat dengan salah, dan di dalamnya, Nabi (ﷺ) memerintahkannya: 'Kemudian Tashhad, kemudian katakan iqamah.' Dan mereka mengatakan bahwa makna Tashhad di sini adalah mengumandangkan adzan. An-Nasai mencatat hadits ini dengan sanad yang berbeda (1054, 1137, 1314, 1315). Sedangkan redaksi yang diriwayatkan oleh At-Tirmidhi, dan penulis dalam Al-Kubra, menyebutkan apa yang disebutkan penulis dalam bab, versi lain yang disebutkan oleh An-Nasai dalam hook ini tidak menyebutkannya. Jadi seolah-olah ia meriwayatkan sanad di sini untuk hadits, menunjukkan versi yang sama yang diriwayatkan oleh At-Tirmidhi, dan dia sendiri dalam Al-Kubra, tetapi tidak ingin meriwayatkan teks aslinya di sini. Abu Dawud juga meriwayatkannya dengan perintah untuk adzan dan iqamah, melalui jalur periwayatan yang berbeda (No. 861). Dan ini adalah salah satu bukti yang digunakan untuk pandangan bahwa adzan dan iqamah adalah wajib - karena telah diperintahkan dalam hadits orang yang shalat dengan salah.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
