Bab Adzan bagi yang menggabungkan dua shalat setelah waktu shalat pertama
أَخْبَرَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ هَارُونَ، قَالَ حَدَّثَنَا حَاتِمُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، قَالَ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ دَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم حَتَّى انْتَهَى إِلَى الْمُزْدَلِفَةِ فَصَلَّى بِهَا الْمَغْرِبَ وَالْعِشَاءَ بِأَذَانٍ وَإِقَامَتَيْنِ وَلَمْ يُصَلِّ بَيْنَهُمَا شَيْئًا .
Ibrahim bin Harun mengabarkan kepada kami, Hatim bin Ismail berkata, Ja'far bin Muhammad mengabarkan dari ayahnya, bahwa Jabir bin 'Abdullah berkata: "Rasulullah (S.A.W) bergerak hingga tiba di Al-Muzdalifah, di mana ia shalat Maghrib dan 'Isya' dengan satu adzan dan dua iqamah, dan ia tidak shalat di antara keduanya."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
