Bagaimana mengqadha shalat yang terlewat
Shahih oleh Darussalam
akhbarana yaqubu ibnu ibrahima, qala haddatsana yahya, an yazida ibni kaysana, qala haddatsani abu hazimin, an abi hurayraha, qala arrasna maa rasuli allahi falam nastayqizh hatta thalaati assyamsu faqala rasulu allahi " liyakhudz kullu rajulin birasi rahilatihi fainna hadza manzilun hadharana fihi assyaythanu ". qala fafaalna fadaa bialmai fatawaddhaa tsumma shalla sajdatayni tsumma uqimati asshalahu fashalla alghadaha.
Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah berkata: "Kami berhenti untuk berkemah di akhir malam bersama Rasulullah ﷺ, dan kami tidak terbangun hingga matahari terbit. Rasulullah ﷺ berkata: 'Biarkan setiap orang memegang kepala unta mereka (dan pergi), karena setan berada di sini bersama kita.' Kami melakukannya, kemudian beliau meminta air dan berwudhu, lalu shalat dua raka'at, kemudian iqamah dikumandangkan dan beliau shalat Al-Ghadah (Subuh)."