Bab Bagaimana Mengqadha Shalat yang Terlewat
Hasan oleh Darussalam
akhbarana suwaydu ibnu nashrin, qala haddatsana abdu allahi, an hisyamin addastawaiyyi, an abi azzubayri, an nafii ibni jubayri ibni muthimin, an abi ubaydaha ibni abdi allahi, an abdi allahi ibni masudin, qala kunna maa rasuli allahi fahubisna an shalahi azzhuhri waalashri waalmaghribi waalisyai fasytadda dzalika alaa faqultu fi nafsi nahnu maa rasuli allahi wafi sabili allahi faamara rasulu allahi bilalan faaqama fashalla ibina azzhuhra tsumma aqama fashalla ibina alashra tsumma aqama fashalla ibina almaghriba tsumma aqama fashalla ibina alisyaa tsumma thafa alayna faqala " ma ala alardhi ishabahun yadzkuruna allaha azza wajalla ghayrukum ".
Abdullah bin Mas'ud berkata: "Kami bersama Rasulullah ﷺ dan kami terhalang dari shalat Zuhur, Asar, Maghrib, dan Isya. Saya merasa sangat kesal tentang hal itu dan berkata dalam hati: 'Kami bersama Rasulullah ﷺ dan (berjuang) di jalan Allah.' Kemudian Rasulullah ﷺ memerintahkan Bilal untuk mengumandangkan iqamah dan ia memimpin kami shalat Zuhur. Kemudian ia mengumandangkan iqamah dan memimpin kami shalat Asar. Kemudian ia mengumandangkan iqamah dan memimpin kami shalat Maghrib. Kemudian ia mengumandangkan iqamah dan memimpin kami shalat Isya. Kemudian ia berkeliling di antara kami dan berkata: 'Tidak ada kelompok di bumi ini yang mengingat Allah, Yang Maha Agung dan Maha Tinggi, kecuali kalian.'"