Bab Bagaimana Mengqadha Shalat yang Terlewat
Hasan oleh Darussalam
akhbarana hannadu ibnu assariyyi, an abi alahwashi, an athai ibni assaibi, an buraydi ibni abi maryama, an abihi, qala kunna maa rasuli allahi fi safarin faasrayna laylahan falamma kana fi wajhi asshubhi nazala rasulu allahi fanama wanama annasu falam nastayqizh ila biassyamsi qad thalaat alayna faamara rasulu allahi almuaddzina faaddzana tsumma shalla arrakatayni qabla alfajri tsumma amarahu faaqama fashalla biannasi tsumma haddatsana bima huwa kainun hatta taquma assaahu.
Diriwayatkan dari Buraid bin Abi Mariam bahwa ayahnya berkata: "Kami bersama Rasulullah ﷺ dalam perjalanan, dan kami terus berjalan satu malam, kemudian ketika hampir pagi Rasulullah ﷺ turun dan tidur, dan orang-orang juga tidur. Kami tidak terbangun hingga matahari terbit. Rasulullah ﷺ meminta muadzin untuk mengumandangkan adzan, kemudian beliau shalat dua raka'at sebelum subuh, kemudian beliau meminta muadzin untuk mengumandangkan iqamah, lalu beliau memimpin orang-orang dalam shalat. Kemudian beliau memberitahukan kepada kami tentang segala sesuatu yang akan terjadi hingga hari kiamat."