Bab Waktu yang Digunakan oleh Musafir untuk Menggabungkan Maghrib dan Isya
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا الْعَطَّافُ، عَنْ نَافِعٍ، قَالَ أَقْبَلْنَا مَعَ ابْنِ عُمَرَ مِنْ مَكَّةَ فَلَمَّا كَانَ تِلْكَ اللَّيْلَةُ سَارَ بِنَا حَتَّى أَمْسَيْنَا فَظَنَنَّا أَنَّهُ نَسِيَ الصَّلاَةَ فَقُلْنَا لَهُ الصَّلاَةَ . فَسَكَتَ وَسَارَ حَتَّى كَادَ الشَّفَقُ أَنْ يَغِيبَ ثُمَّ نَزَلَ فَصَلَّى وَغَابَ الشَّفَقُ فَصَلَّى الْعِشَاءَ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا فَقَالَ هَكَذَا كُنَّا نَصْنَعُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا جَدَّ بِهِ السَّيْرُ .
Diriwayatkan bahwa Nafi' berkata: "Kami kembali bersama Ibn 'Umar dari Makkah. Suatu malam ia terus bepergian hingga malam tiba, dan kami mengira bahwa ia telah lupa shalat!" Tetapi ia tetap diam dan terus berjalan hingga senja hampir hilang, kemudian ia berhenti dan shalat, dan ketika senja hilang, ia shalat Isya. Kemudian ia berpaling kepada kami dan berkata: Inilah yang biasa kami lakukan bersama Rasulullah (ﷺ) jika beliau terburu-buru dalam perjalanan."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
