Bab Waktu yang Mengizinkan Musafir Menggabungkan Antara Maghrib dan Isya
أَخْبَرَنَا مَحْمُودُ بْنُ خَالِدٍ، قَالَ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ، قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ جَابِرٍ، قَالَ حَدَّثَنِي نَافِعٌ، قَالَ خَرَجْتُ مَعَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ فِي سَفَرٍ يُرِيدُ أَرْضًا لَهُ فَأَتَاهُ آتٍ فَقَالَ إِنَّ صَفِيَّةَ بِنْتَ أَبِي عُبَيْدٍ لَمَا بِهَا فَانْظُرْ أَنْ تُدْرِكَهَا . فَخَرَجَ مُسْرِعًا وَمَعَهُ رَجُلٌ مِنْ قُرَيْشٍ يُسَايِرُهُ وَغَابَتِ الشَّمْسُ فَلَمْ يُصَلِّ الصَّلاَةَ وَكَانَ عَهْدِي بِهِ وَهُوَ يُحَافِظُ عَلَى الصَّلاَةِ فَلَمَّا أَبْطَأَ قُلْتُ الصَّلاَةَ يَرْحَمُكَ اللَّهُ . فَالْتَفَتَ إِلَىَّ وَمَضَى حَتَّى إِذَا كَانَ فِي آخِرِ الشَّفَقِ نَزَلَ فَصَلَّى الْمَغْرِبَ ثُمَّ أَقَامَ الْعِشَاءَ وَقَدْ تَوَارَى الشَّفَقُ فَصَلَّى بِنَا ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا عَجِلَ بِهِ السَّيْرُ صَنَعَ هَكَذَا .
Nafi' berkata: "Saya keluar bersama 'Abdullah bin 'Umar dalam sebuah perjalanan menuju salah satu tanahnya. Kemudian seseorang datang kepadanya dan berkata: 'Safiyyah binti Abi 'Ubaid sakit, cobalah untuk sampai sebelum terlambat.' Dia berangkat dengan cepat, didampingi oleh seorang laki-laki dari Quraisy. Matahari terbenam tetapi dia tidak shalat, meskipun saya tahu dia sangat berhati-hati dalam shalat tepat waktu. Ketika dia melambat, saya berkata: 'Shalat, semoga Allah merahmatimu.' Dia menoleh kepada saya tetapi terus berjalan sampai senja hampir hilang, kemudian dia berhenti dan shalat Maghrib, lalu dia mengumandangkan iqamah untuk Isya, pada saat itu senja telah sepenuhnya menghilang dan memimpin kami dalam shalat. Kemudian dia menoleh kepada kami dan berkata: 'Jika Rasulullah (ﷺ) terburu-buru dalam perjalanan, dia akan melakukan ini.'"
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
