Bab Larangan Terhadap Nabidh yang Dibuat dalam Kendi Tanah
Shahih oleh Darussalam
akhbarana amru ibnu zuraraha, anbaana ismailu, an ayyuba, an rajulin, an saidi ibni jubayrin, qala kuntu inda abni umara fasuila an nabidzi aljarri, faqala harramahu rasulu allahi. wasyaqqa alaa lamma samituhu faataytu abna abbasin faqultu inna abna umara suila an syain fajaaltu uazzhimuhu. qala ma huwa qultu suila an nabidzi aljarri. faqala shadaqa harramahu rasulu allahi. qultu wama aljarru qala kullu syain shunia min madarin.
Diriwayatkan bahwa Said bin Jubair berkata: "Saya berada bersama Ibn 'Umar ketika dia ditanya tentang Nabidh yang dibuat dalam kendi tanah. Dia berkata: 'Rasulullah ﷺ melarangnya.' Saya merasa kesulitan ketika mendengarnya, maka saya pergi kepada Ibn 'Abbas dan berkata: 'Ibn 'Umar ditanya tentang sesuatu, dan saya merasa sulit.' Dia berkata: 'Apa itu?' Saya berkata: 'Dia ditanya tentang Nabidh yang dibuat dalam kendi tanah.' Dia berkata: 'Dia berkata benar; Rasulullah ﷺ melarangnya.' Saya bertanya: 'Apa itu kendi tanah?' Dia berkata: 'Sesuatu yang terbuat dari tanah liat.'"