Sunan An-Nasa'i · Kitab Waktu-waktu · No. 560

Bab Waktu-waktu yang Dilarang untuk Shalat

Shahih oleh Darussalam

أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ، عَنْ مُوسَى بْنِ عُلِيِّ بْنِ رَبَاحٍ، قَالَ سَمِعْتُ أَبِي يَقُولُ، سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ الْجُهَنِيَّ، يَقُولُ ثَلاَثُ سَاعَاتٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّيَ فِيهِنَّ أَوْ نَقْبُرَ فِيهِنَّ مَوْتَانَا حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ وَحِينَ يَقُومُ قَائِمُ الظَّهِيرَةِ حَتَّى تَمِيلَ وَحِينَ تَضَيَّفُ الشَّمْسُ لِلْغُرُوبِ حَتَّى تَغْرُبَ ‏.‏

Diriwayatkan bahwa Musa bin 'Ali bin Rabah berkata: 'Saya mendengar ayah saya berkata: 'Saya mendengar 'Uqbah bin 'Amir Al-Juhani berkata: Ada tiga waktu di mana Rasulullah ﷺ melarang kami untuk shalat atau menguburkan jenazah: Ketika matahari terbit dengan jelas, sampai matahari sepenuhnya terbit; ketika matahari tepat di atas kepala pada siang hari, sampai matahari melewati puncaknya; dan ketika matahari hampir terbenam, sampai matahari sepenuhnya terbenam.'