Bab Sebab Larangan Campuran
Shahih oleh Darussalam
akhbarana suwaydu ibnu nashrin, qala anbaana abdu allahi, an wiqai ibni iyasin, ani almukhtari ibni fulfulin, an anasi ibni malikin, qala naha rasulu allahi an najmaa syayayni nabidzan yabghi ahaduhuma ala shahibihi. qala wasaaltuhu ani alfadhikhi fanahani anhu qala kana yakrahu almudzannaba mina albusri makhafaha an yakuna syayayni fakunna naqthauhu.
Telah diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah ﷺ melarang kami untuk merendam dua hal bersama ketika salah satunya lebih kuat dari yang lain. Saya bertanya kepadanya tentang Fadikh (minuman yang terbuat dari kurma segar yang dibelah) dan beliau melarangnya. Beliau tidak suka bagian tambahan pada Al-Busr, karena takut itu bisa menjadikannya dua hal, sehingga kami biasa memotongnya.