Bab Menyebutkan Perbedaan Pendapat Tentang Yahya bin Abi Ishaq
أَخْبَرَنَا مُجَاهِدُ بْنُ مُوسَى، عَنْ هُشَيْمٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ رَجُلاً، سَأَلَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم إِنَّ أَبِي أَدْرَكَهُ الْحَجُّ وَهُوَ شَيْخٌ كَبِيرٌ لاَ يَثْبُتُ عَلَى رَاحِلَتِهِ فَإِنْ شَدَدْتُهُ خَشِيتُ أَنْ يَمُوتَ أَفَأَحُجُّ عَنْهُ قَالَ " أَفَرَأَيْتَ لَوْ كَانَ عَلَيْهِ دَيْنٌ فَقَضَيْتَهُ أَكَانَ مُجْزِئًا ". قَالَ نَعَمْ. قَالَ " فَحُجَّ عَنْ أَبِيكَ ".
Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas bahwa: Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah (ﷺ): "Perintah untuk melaksanakan Haji telah datang sementara ayahku adalah seorang tua dan tidak dapat duduk dengan baik di atas unta, dan jika aku mengikatnya, aku khawatir dia akan mati. Bolehkah aku melaksanakan Haji atas namanya?" Beliau bersabda: "Apakah kamu berpikir bahwa jika dia memiliki utang, kamu akan melunasinya untuknya?" Dia menjawab: "Ya." Beliau bersabda: "Maka laksanakan Haji atas nama ayahmu."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
