Bab Mengambil Pelayan dan Kendaraan
Hasan oleh Darussalam
akhbarana muhammadu ibnu qudamaha, an jaririn, an manshurin, an abi wailin, an samuraha ibni sahmin, - rajulun min qawmihi - qala nazaltu ala abi hasyimi ibni utbaha wahuwa thainun faatahu muawiyahu yauduhu fabaka abu hasyimin faqala muawiyahu ma yubkika awajaun yusyizuka am ala addunya faqad dzahaba shafwuha qala kullun la walakinna rasula allahi ahida ilaa ahdan wadidtu anni kuntu tabituhu qala " innahu laallaka tudriku amwaalan tuqsamu bayna aqwamin wainnama yakfika min dzalika khadimun wamarkabun fi sabili allahi ". faadraktu fajamatu.
Diriwayatkan bahwa Samurah bin Sahm berkata: "Saya datang kepada Abu Hashim bin 'Utbah ketika dia menderita wabah, dan Mu'awiyah datang untuk menziarahinya. Abu Hashim menangis. Mu'awiyah berkata kepadanya: 'Mengapa kamu menangis? Apakah karena rasa sakit yang menyakitimu, atau karena dunia, yang terbaik darinya telah pergi?' Dia berkata: 'Tidak, tetapi Rasulullah ﷺ memberikan saya nasihat, yang saya harap saya ikuti. Dia berkata: 'Mungkin kamu akan hidup untuk melihat kekayaan yang akan dibagikan di antara orang-orang, dan yang cukup bagimu dari itu hanyalah seorang pelayan dan kendaraan untuk berkendara di jalan Allah.' Saya hidup untuk melihat itu, dan saya mengumpulkan (kekayaan)."