Bab Pengharaman Emas bagi Pria
Shahih oleh Darussalam
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَرْبٍ، قَالَ أَنْبَأَنَا أَسْبَاطٌ، عَنْ مُغِيرَةَ، عَنْ مَطَرٍ، عَنْ أَبِي شَيْخٍ، قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ مَعَ مُعَاوِيَةَ فِي بَعْضِ حَجَّاتِهِ إِذْ جَمَعَ رَهْطًا مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ ﷺ فَقَالَ لَهُمْ أَلَسْتُمْ تَعْلَمُونَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ نَهَى عَنْ لُبْسِ الذَّهَبِ إِلاَّ مُقَطَّعًا قَالُوا اللَّهُمَّ نَعَمْ . خَالَفَهُ يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ عَلَى اخْتِلاَفٍ بَيْنَ أَصْحَابِهِ عَلَيْهِ .
Diriwayatkan bahwa Abu Shaikh berkata: "Ketika kami bersama Mu'awiyah dalam salah satu hajinya, ia mengumpulkan sekelompok Sahabat Muhammad ﷺ dan berkata kepada mereka: 'Apakah kalian tidak tahu bahwa Rasulullah ﷺ ﷺ melarang memakai emas kecuali dalam keadaan terputus (ke bagian yang lebih kecil)?' Mereka menjawab: 'Demi Allah, ya.'"