Bab Bagaimana Shalat Dikenakan
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ هَاشِمٍ الْبَعْلَبَكِّيُّ، قَالَ أَنْبَأَنَا الْوَلِيدُ، قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو عَمْرٍو يَعْنِي الأَوْزَاعِيَّ، أَنَّهُ سَأَلَ الزُّهْرِيَّ عَنْ صَلاَةِ، رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِمَكَّةَ قَبْلَ الْهِجْرَةِ إِلَى الْمَدِينَةِ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الصَّلاَةَ عَلَى رَسُولِهِ صلى الله عليه وسلم أَوَّلَ مَا فَرَضَهَا رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ أُتِمَّتْ فِي الْحَضَرِ أَرْبَعًا وَأُقِرَّتْ صَلاَةُ السَّفَرِ عَلَى الْفَرِيضَةِ الأُولَى .
Diriwayatkan dari Abu 'Amr - yang dimaksud Al-Awza'i - bahwa ia bertanya kepada Az-Zuhri tentang shalat Rasulullah (ﷺ) di Makkah sebelum hijrah ke Madinah. Ia berkata: "Urwah memberitahuku bahwa Aisyah berkata: 'Allah mewajibkan shalat kepada Rasul-Nya (ﷺ), dan yang pertama kali diwajibkan adalah dua raka'at pada setiap waktu, kemudian disempurnakan menjadi empat raka'at ketika berada di tempat tinggal, tetapi shalat saat bepergian tetap dua raka'at, seperti yang pertama kali diwajibkan.'"
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
