Bab Kebencian dalam Menunda Wasiat
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ، قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا إِسْحَاقَ، سَمِعَ أَبَا حَبِيبَةَ الطَّائِيَّ، قَالَ أَوْصَى رَجُلٌ بِدَنَانِيرَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَسُئِلَ أَبُو الدَّرْدَاءِ فَحَدَّثَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ " مَثَلُ الَّذِي يَعْتِقُ أَوْ يَتَصَدَّقُ عِنْدَ مَوْتِهِ مَثَلُ الَّذِي يُهْدِي بَعْدَ مَا يَشْبَعُ ".
Abu Habibah At-Ta'i berkata: “Seorang lelaki membuat wasiat meninggalkan beberapa Dinar (untuk dibelanjakan) di jalan Allah. Abu Ad-Darda' ditanya tentang hal itu, dan dia menceritakan bahwa Nabi (ﷺ) bersabda: ‘Perumpamaan orang yang memerdekakan budak atau memberi sedekah ketika dia sedang sekarat, seperti perumpamaan seorang lelaki yang memberi hadiah setelah dia kenyang.’
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
