Bab Kebencian Dalam Menunda Wasiat
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ، قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى، قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ مُطَرِّفٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ " {أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ * حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ} قَالَ يَقُولُ ابْنُ آدَمَ مَالِي مَالِي وَإِنَّمَا مَالُكَ مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ ".
Dari Mutarrif, dari ayahnya, bahwa Nabi (ﷺ) bersabda: "Persaingan untuk mengumpulkan harta duniawi mengalihkan kalian, 'Hingga kalian mengunjungi kubur-kubur (yaitu hingga kalian mati).' Anak Adam berkata: 'Hartaku, hartaku,' tetapi hartamu adalah apa yang kamu makan dan habiskan, atau apa yang kamu pakai dan akan aus, atau apa yang kamu sedekahkan dan kirimkan ke depan (untuk kehidupan akhirat)."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
