Bab Larangan Mengawini Anak Perempuan Paman Melalui Susuan
أَخْبَرَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ جَابِرِ بْنِ زَيْدٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ ذُكِرَ لِرَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِنْتُ حَمْزَةَ فَقَالَ " إِنَّهَا ابْنَةُ أَخِي مِنَ الرَّضَاعَةِ " . قَالَ شُعْبَةُ هَذَا سَمِعَهُ قَتَادَةُ مِنْ جَابِرِ بْنِ زَيْدٍ .
Telah mengabarkan kepadaku Ibrahim bin Muhammad, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id, dari Syu'bah, dari Qatadah, dari Jabir bin Zaid, dari Ibn Abbas, ia berkata: Disebutkan kepada Rasulullah ﷺ tentang putri Hamzah, maka beliau bersabda: 'Dia adalah putri saudaraku melalui susuan.' Syu'bah berkata: 'Ini didengar Qatadah dari Jabir bin Zaid.'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
