Bab Menggabungkan antara Wanita dan Bibi
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ مَنْصُورٍ، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، قَالَ أَخْبَرَنِي أَيُّوبُ بْنُ مُوسَى، عَنْ بُكَيْرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الأَشَجِّ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ قَالَ " لاَ تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ عَلَى عَمَّتِهَا وَلاَ عَلَى خَالَتِهَا " .
Telah mengabarkan kepada kami Amru bin Mansur, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf, telah menceritakan kepada kami Al-Layth, telah mengabarkan kepadaku Ayyub bin Musa, dari Bukair bin Abdullah bin Al-Ashajj, dari Sulaiman bin Yasar, dari Abdullah bin Malik bin Yasar, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم bahwa beliau bersabda: "Seorang wanita tidak boleh dinikahi bersamaan dengan bibinya, dan tidak pula dengan tantenya."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
