Bab Menyebut Perintah Rasulullah ﷺ dalam Pernikahan dan Istrinya serta Apa yang Diharamkan Allah عز وجل kepada Makhluk-Nya sebagai Penambahan dalam Kemuliaan dan Peringatan untuk Keutamaannya.
Shahih oleh Darussalam
akhbarana abu dawuda, sulaymanu ibnu sayfin qala haddatsana jafaru ibnu awnin, qala anbaana abnu jurayjin, an athain, qala hadharna maa abni abbasin janazaha maymunaha zawji annabiyyi bisarifa faqala abnu abbasin hadzihi maymunahu idza rafatum janazataha fala tuzaziuha wala tuzalziluha fainna rasula allahi kana maahu tisu niswahin fakana yaqsimu litsamanin wawahidahun lam yakun yaqsimu laha.
Telah memberitakan kepada kami Abu Dawud, Sulaiman bin Saif berkata: Telah menceritakan kepada kami Ja'far bin Aun, telah memberitakan kepada kami Ibn Jurayj, dari Ata, ia berkata: "Kami menghadiri jenazah Maimunah, istri Nabi, bersama Ibn Abbas di Sarif. Ibn Abbas berkata: 'Ini adalah Maimunah; ketika kalian mengangkat jenazahnya, jangan goyangkan dan jangan guncang. Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersama sembilan wanita dan beliau membagi waktu untuk delapan dari mereka dan tidak untuk satu.'"