Bab Siapa yang Mengkhianati Pejuang di Keluarganya.
Shahih oleh Darussalam
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، قَالَ حَدَّثَنَا دَاوُدُ، - يَعْنِي الطَّائِيَّ - عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنْ جَبْرٍ، أَنَّهُ دَخَلَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ عَلَى مَيِّتٍ فَبَكَى النِّسَاءُ فَقَالَ جَبْرٌ أَتَبْكِينَ مَا دَامَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ جَالِسًا قَالَ " دَعْهُنَّ يَبْكِينَ مَا دَامَ بَيْنَهُنَّ فَإِذَا وَجَبَ فَلاَ تَبْكِيَنَّ بَاكِيَةٌ " .
Diriwayatkan dari Jabr bahwa ia masuk bersama Rasulullah ﷺ kepada seseorang yang sedang sekarat, dan para wanita menangis. Jabr berkata: "Apakah kalian menangis ketika Rasulullah ﷺ sedang duduk di sini?" Ia berkata: "Biarkan mereka menangis selama ia ada di antara mereka, tetapi jika ia meninggal, tidak ada seorang pun yang boleh menangis untuknya."